Resep Juara Liverpool: Kedekatan Antar Pemain dan Suntikan Motivasi Klopp

http://hmbgsb.com/wp-adminITA BOLA ONLINE – Bek Liverpool Andrew Robertson mengungkapkan The Reds mampu meraih sukses seperti saat ini berkat kedekatan antar pemain dan suntikan motivasi dari Jurgen Klopp dan para asistennya.

Liverpool bak raksasa yang tertidur. Mereka pernah sukses di era tahun 70an dan 80an.

Liverpool terakhir kali menjadi juara liga pada tahun 1990. Sejak saat itu The Reds telah berusaha untuk bangkit.

Mereka nyaris menjadi juara pada 2001-02, 2008-09, 2013-14, dan 2018-19. Pada akhirnya klub Merseyside itu bisa meraih gelar juara pada musim 2019-20 ini.

Resep Sukses Liverpool

Liverpool berhasil menjadi juara Premier League dengan brilian. Mereka tampil dominan di sepanjang musim.

Mereka memastikan meraih gelar pada pekan ke-31. Dan selama itu pula, mereka cuma kehilangan tujuh poin saja.

Andrew Robertson mengungkapkan bahwa salah satu resep kesuksesan Liverpool adalah faktor kedekatan dan kekraban para pemainnya. Hal itu juga yang membuatnya betah di skuat ini.

“Sebagai tim kami sangat dekat. Kami senang datang untuk berlatih setiap hari,” bukanya pada situs resmi Berita Bola Online.

“Jika seseorang mengalami pertandingan yang buruk, kami membantunya keluar dari kesulitan dan kami tetap bersama di lapangan, kami tetap bersama di luar lapangan. Itu sebabnya skuat ini sangat istimewa, saya suka menjadi bagian dari itu,” ujar Robertson.

Tak Kekurangan Motivasi

Andrew Robertson kemudian juga menunjuk sosok Jurgen Klopp. Ia mengatakan Klopp, juga para asistennya, membantu mereka untuk selalu termotivasi meraih kemenangan.

BACA JUGA : Penampilan Sudah Oke, Tapi Paul Pogba Tetap Salah di Mata Legenda Liverpool Ini

“Kami semua seperti bersaudara dan kami memiliki figur ayah dalam diri pelatih dan ia yang memimpin kami ke arah yang benar. Ia dan stafnya tidak ada duanya, jujur saja, sejak saya datang ke sini. Musim ini mereka sangat baik bagi kita untuk terus melaju, membuat kami lapar, membuat kami tetap termotivasi,” serunya.

“Motivasi tidak pernah menjadi sebuah kesulitan. Sebagai pemain kami selalu lapar dan kami selalu ingin memenangkan trofi untuk klub ini. Untungnya, kami sekarang menunjukkan itu dalam 12 bulan terakhir,” serunya.