Para Pemain Muda yang Bersinar Setelah Dipoles Jose Mourinho

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2020/04/jose-mourinho-1_7db2d82.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Dalam dua dekade terakhir, nama Jose Mourinho dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Ia memiliki rekam jejak yang bagus di tim-tim besar seperti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid dan Manchester United.

Salah satu kunci kesuksesan sosok Mourinho adalah ia selalu mengandalkan pemain-pemain ‘matang’ di dalam timnya. Ia juga gemar belanja pemain-pemain hebat, sehingga banyak yang melabelinya sebagai pelatih instan.

Ia dikenal sebagai salah satu pelatih yang jarang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda. Ia bahkan kerap dikritik karena sangat pelit memberikan kesempatan bermain untuk pemain muda.

Namun sepanjang karirnya, Mourinho tercatat sempat mengorbitkan sejumlah pemain muda di tim yang ia latih. Meski tidak semua sukses, namun beberapa di antara mereka menjelma menjadi pemain yang top setelah ditangani langsung oleh Mourinho.

Saat masih menangani Chelsea, Jose Mourinho pernah membeli sejumlah pemain muda. Salah satu pemain muda yang ia rekrut adalah Arjen Robben.

Tampil bersinar bersama PSV Eindhoven, Robben yang pada saat itu berusia 20 tahun resmi bergabung dengan Chelsea. Ia langsung menjelma menjadi pemain andalan Mourinho, di mana ia membuat total 105 penampilan bagi The Blues dan membuat 19 gol bagi tim asal London Barat tersebut.

Saat Mourinho meninggalkan Chelsea di tahun 2007, Robben memutuskan pindah ke Real Madrid, di mana karirnya meredup di tim asal Ibukota Spanyol. Namun ia menunjukkan sinarnya saat pindah ke Bayern Munchen di tahun 2009.

Di musim terakhirnya di Chelsea, Jose Mourinho memutuskan untuk merekrut seorang gelandang bertahan bernama John Obi Mikel yang bermain untuk klub asal Norwegia, Lyn.

Proses transfer Mikel ke Chelsea ini sebenarnya penuh drama. Sebelum ke Chelsea, Obi Mikel sudah dikonfirmasi akan bergabung dengan MU dan The Blues berhasil menikung sang gelandang di menit-menit akhir.

BACA JUGA : Belum Bergabung dengan Tim Inti Real Madrid, Apakah Kubo Sudah Menyerah?

Di musim perdananya bagi Chelsea, Obi Mikel langsung tampi sebanyak 42 kali untuk The Blues. Ia kemudian melanjutkan karirnya di Chelsea hingga tahun 2017, sebelum memutuskan mengadu nasib ke China.

Pada tahun 2007, Jose Mourinho menjajaki karirnya di Italia dengan bergabung dengan Inter Milan. Salah satu pemain muda pertama yang ia orbitkan ke skuat Nerrazurri adalah Mario Balotelli.

Balotelli yang berusia 17 tahun itu diberi debut pada laga persahabatan melawan Sheffield United. Pada bulan Desember 2007, Mourinho memberikannya debut di Serie A.

Selama tiga musim bersama Nerrazurri, Balotelli tampil sebanyak 86 kali dan membuat 28 gol. Sempat digadang-gadang akan menjadi striker masa depan Italia, namun karir Balotelli terus merosot akibat tindakan indisiplinernya.

Pada tahun 2010, beredar kabar bahwa ada bek muda yang tampil memukau di Ligue 1. Nama bek muda itu adalah Raphael Varane yang memperkuat Lens.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup, Jose Mourinho memutuskan untuk membeli bek 18 tahun itu di tahun 2011. Madrid harus membayar sekitar 10 juta Euro untuk mengamankan jasa bek Prancis tersebut.

Di musim perdananya bersama El Real, Varane hanya bermain sebanyak 15 kali. Namun di musim keduanya ia mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari Jose Mourinho, di mana ia mengemas 33 penampilan bagi Los Blancos.

Hingga hari ini, Varane masih konsisten menjadi andalan di lini pertahanan El Real, meski ia beberapa kali menderita cedera yang cukup serius.

Saat melatih Manchester United, Jose Mourinho meneruskan tradisi klub untuk mengorbitkan pemain muda. Salah satu bakat muda yang ia bawa ke tim senior United adalah Scott McTominay.

McTominay pertama kali diberikan kesempatan di tim utama MU menjelang akhir musim 2016/17. Di musim berikutnya ia mulai terlibat lebih banyak di skuat Setan Merah.

Selepas kepergian Mourinho, McTominay kini menjelma menjadi pemain andalan di lini tengah Manchester United. Ia kerap dipasangkan bersama Fred untuk mengontrol permainan United.