Hanya Orang yang Benci Sepakbola yang Ingin Serie A Dibatalkan

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2020/04/serie-a-logo-serie-a_f6335fc.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Presiden FIGC, Gabriele Gravina melontarkan kritik kepada orang-orang yang meminta Serie A musim 2019/20 dibatalkan. Ia menyebut bahwa mereka yang menuntut Serie A dibatalkan adalah orang-orang yang benci sepakbola.

Seperti yang sudah diketahui, Serie A sudah ditangguhkan sejak pertengahan Maret kemarin hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini dikarenakan merebaknya pandemi virus corona di negeri Pizza itu yang sudah memakan puluhan ribu korban jiwa.

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora menyebut bahwa Serie A sedikit lagi bisa digulirkan kembali karena ada tren penurunan korban virus corona di Italia. Ia menyebut bahwa klub-klub Italia kemungkinan bisa berlatih kembali di tanggal 4 Mei mendatang.

Gravina sendiri mendukung penuh pernyataan resmi Spadafora untuk melanjutkan Serie A. “Saya mendukung pernyataan menteri Spadafora agar semua klub bisa melanjutkan aktivitas di tanggal 4 Mei dengan segala tindak pencegahannya,” ujar Gravina kepada Berita Bola Online.

 

Gravina sendiri menyadari bahwa ada banyak yang menentang Serie A digulirkan kembali karena situasi di Italia yang belum sepenuhnya aman. Namun Gravina menyebut bahwa orang-orang itu merupakan sosok provokator yang tidak mencintai sepakbola.

“Ini adalah momen yang kompleks untuk negara kita, terutama di faktor ekonomi dan sepakbola yang merupakan industri yang sangat penting. Kami akan mencoba mencari solusi terbaik dengan mempertimbangkan semua yang terbaik.”

“Mereka yang memprovokasi pembatalan musim ini adalah orang-orang yang tidak menyukai sepakbola atau mereka yang bukan orang Italia. Mereka mencoba untuk merenggut masa depan sepakbola dan saya akan mempertahankan itu hingga akhir.”

BACA JUGA : Starting XI Pemain ‘Bengal’ Terbaik, Ada Zinedine Zidane dan Mario Balotelli

Gravina menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun protokol pelaksanaan kembali Sepakbola ditengah-tengah pandemi. Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat mereka akan menguji coba protokol tersebut dan ia berharap semoga hasilnya memuaskan.

“Kami saat ini tengah mengembangkan protokol kesehatan yang ketat dan hati-hati namun tetap fleksibel. Protokol itu akan disampaikan Menterio Spadafora dan Speranza.”

“Ada waktu sekitar tiga minggu untuk menguji protokol ini sehingga kita bisa mulai menggelar kompetisi di akhir Mei atau awal Juni.” ujarnya.

Menurut laporan yang beredar, pihak FIGC terinspirasi dari Bundesliga yang sudah mengijinkan klub-klub mereka untuk berlatih.

Namun sesi latihan itu dibuat sangat terbatas dan juga sangat hati-hati untuk menekan penyebaran virus corona.