Belum Bergabung dengan Tim Inti Real Madrid, Apakah Kubo Sudah Menyerah?

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2020/04/takefusa-kubo_bebfb10.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Skuat Real Madrid yang bergelimang pemain bintang membuat Takefusa Kubo kesulitan mendapatkan menit bermain. Namun hal itu tak mengurungkan niat untuk berusaha hingga titik darah penghabisan.

Perjuangan Kubo di Spanyol sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Empat tahun ia habiskan di skuat akademi Barcelona atau yang dikenal dengan sebutan La Masia, tempat Lionel Messi berasal.

Sayangnya perjalanannya tidak mulus. Bukan disebabkan oleh performa, melainkan regulasi. Pada tahun 2015, ia dipaksa pergi karena Barcelona kedapatan melanggar aturan transfer FIFA untuk pemain berusia 18 tahun.

Tidak patah arang, Kubo kembali melanjutkan usahanya pada tahun 2019. Setelah memperkuat FC Tokyo, pemain berkebangsaan Jepang itu memutuskan untuk bergabung dengan Real Madrid.

 

Masa depan Kubo nampak cerah di Madrid, setidaknya itu yang terlihat pada masa-masa awalnya tiba di Santiago Bernabeu. Pada akhirnya, ia terdampar ke Mallorca untuk menjalani karir sebagai pemain pinjaman.

Kendati demikian, pemain berusia 18 tahun itu enggan menyerah. Ia berharap bisa kembali ke Bernabeu usai bermain dengan gemilang bersama Mallorca yang sedang berjuang menghindari zona degradasi.

“Sudah jelas bahwa klub seperti Real Madrid berbeda dengan yang lainnya. Mereka semua adalah pemain papan atas dan sangat sulit untuk mendapat tempat di sana, tetapi saya akan terus berlatih dan menanti datangnya kesempatan,” ujarnya kepada Berita Bola Online .

“Preferensi saya sudah jelas, yakni bisa bermain di Bernabeu bersama seragam Real Madrid. Semua tergantung kepada saya dan saya akan mendapatkan tempat di Real,” lanjutnya.

BACA JUGA : Mikel Arteta Diklaim Bisa Beri Arsenal Trofi, Sepakat?

Kubo juga mengakui bahwa dirinya sempat kagok melihat banyaknya pemain bintang di Real Madrid. Untungnya sang pelatih, Zinedine Zidane, bisa membuatnya beradaptasi dengan Sergio Ramos dkk.

“Pada awalnya saya merasa sedikit gugup karena melihat pemain terkenal dari seluruh dunia ada di samping saya. Tetapi saya, secara bertahap, beradaptasi dengan itu,” tambahnyal

“Zidane memperlakukan saya dengan sangat baik. Dia adalah seorang pelatih yang sangat memperhatikan semua hal-hal detil,” pungkasnya.