Prestasi Man City dan MU Jomplang, Pep Guardiola: Wow, Saya Terkejut

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2020/03/guardiola_36e1a0f.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Manajer Manchester City, Josep Guardiola mengaku terkejut dengan prestasi timnya dengan sang tetangga, Manchester United yang cukup jomplang dalam beberapa musim terakhir.

Manchester mendominasi sepak bola Inggris dalam tiga musim terakhir. Musim lalu, The Citizens bahkan meraih treble di kompetisi lokal, yakni Premier League, Piala FA, dan Carabao Cup.

Sementara itu, prestasi United berbanding cukup jomplang. Tim berjuluk Setan Merah itu harus tertatih-tatih di liga dan kompetisi Eropa, bahkan sempat mengalami pergantian manajer.

Guardiola pun merasa terkejut dengan perbandingan prestasi yang cukup jauh antara tim asuhannya dengan Manchester United sejak ia datang ke Inggris.

“Saya tak pernah mengira akan merasakan jarak seperti ini antara kami dengan United dalam tiga atau empat tahun,” ujar Guardiola seperti dikutip Berita Bola online.

“Saya tak meragukan kualitas United dan saya memberi apresiasi pada manajer mereka [Ole Gunnar Solskjaer]. Dia mewakili mereka secara luar biasa,” tambahnya.

“United berusaha untuk bangkit dan mendekati tim-tim di atas mereka tapi Manchester City juga ingin menjadi lebih baik dan jaraknya memang seperti itu,” tukasnya.

Lebih lanjut, Guardiola juga membantah bahwa timnya sangat royal dalam urusan membeli pemain, jika dibandingkan dengan United yang berani membeli Harry Maguire senilai 80 juta poundsterling.

BACA JUGA :Agar Tidak Jadi Bencana, Arsenal Diminta Pertahankan Aubameyang

“Mereka berkata ‘Hanya Manchester City yang menghabiskan uang’ tapi tentu itu tidak benar. Lihatlah angka-angkanya,” tutur Guardiola.

“Dalam hal membeli pemain mahal, kami ada di peringkat 23 dan 24 tapi klub memiliki citra buruk soal itu,” imbuhnya.

“Yang terpenting adalah membeli pemain bagus yang cocok dengan gaya yang ingin Anda mainkan, dan karakter mereka. Anda mengambil semua informasi yang bisa Anda dapatkan mengenai pemain untuk mengurangi ketidakjelasan mereka bergabung di klub baru,” tandasnya.

“Mungkin suatu hari nanti akan terjadi [membeli pemain senilai 80 juta poundsterling], mungkin tidak,” tutupnya.