Scudetto! Juventus Jadi Juara Serie A 2018/19

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2019/04/juve-l_1ab4063.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Juventus akhirnya berhasil mengunci gelar juara Serie A 2018/19 setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor meyakinkan 2-1 pada pekan ke-33. Juve sudah membungkus 87 poin dari 33 pertandingan, jumlah yang tidak lagi bisa dikejar Napoli yang baru mengoleksi 67 poin dengan lima pertandingan sisa.

Kemenangan ini sudah lama dinanti Juve, yang beberapa kali luput mereka dapatkan karena fokus yang terbagi pada Liga Champions sejak pekan lalu. Biar begitu, Juve sudah sangat kuat karena berhasil mengunci juara hanya dengan 33 pertandingan, paling cepat di antara lima liga top Eropa.

Gelar juara ini merupakan gelar kedelapan beruntun yang sukses diraih pasukan Massimiliano Allegri. Juve terbukti terlalu digdaya di Serie A, delapan tahun juara beruntun bukanlah catatan yang mudah diraih atau dipatahkan.

Juve sebenarnya bermain tidak terlalu baik meski saat mengalahkan Fiorentina. Mereka sempat tertinggal terlebih dahulu dan membutuhkan sedikit bantuan keberuntungan untuk menang. Semangat skuat Juve tampak membara untuk menjawab harapan publik Turin

Baru beberapa hari yang lalu, mimpi Juve di Liga Champions kandas di perempat final setelah ditaklukkan Ajax Amsterdam. Bianconeri berhasil melupakan pekan buruk untuk mengangkat trofi Serie A sekali lagi, yang menegaskan dominasi mereka terhadap sepak bola Italia.

BACA JUGA : Mourinho: Butuh Sangkar untuk Matikan Messi

Kekuatan Juve di Serie A sudah tidak perlu diragukan lagi. Selama bertahun-tahun, belum ada tim yang mampu bersaing ketat dengan Juve. Napoli pernah nyaris melakukannya pada musim 2017/18 lalu, tetapi pada akhirnya kualitas pemain Juve yang jadi pembeda.

Juve juga tampaknya tidak akan melambat. Meski sukses menjuarai Serie A dalam delapan musim terakhir, mereka siap menjadi juara lagi dalam beberapa musim ke depan dengan mendatangkan pemain-pemain terbaik untuk terus memperkuat skuat. Posisi Massimiliano Allegri juga mungkin saja digusur pelatih yang lebih baik.

Keberhasilan Juve ini juga disebabkan oleh kondisi persaingan Serie A. Melihat kekuatan tim-tim top Serie A musim ini – Napoli, Inter Milan, AC Milan – tampaknya Juve masih belum bisa dikejar setidaknya dua musim ke depan. Itu pun dengan syarat Juve melakukan kesalahan sendiri.

Meski dominan di Serie A, Juve punya mimpi besar yang belum juga terwujud: menjuarai Liga Champions. Mereka berhasil mencapai dua final, tetapi gagal di keduanya. Kegagalan itu tak membuat Juve pupus, semangat mereka justru kian membara.

Sebab itu, musim ini Cristiano Ronaldo didatangkan. Ronaldo merupakan pemain terbaik dalam sejarah Liga Champions dan diharapkan mampu membantu Juve melewati garis finis.

Sayangnya, Ronaldo saja belum cukup. Juve justru dibuat bertekuk lutut di perempat final musim ini, tepat di hadapan Ajax Amsterdam yang jadi momok menakutkan untuk Juventus.

Sebab itu, musim depan pertanyaan terbesar Juventus hanya satu: apa yang perlu mereka lakukan untuk menjuarai Liga Champions?