Gaji Telat, Operator Liga dan Asosiasi Pemain Dukung Tim Inggris Ini Mogok Main

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2019/04/bolton-wanderers_e8cf060.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Operator kompetisi sepak bola Inggris, English Football League [EFL] bersikap tegas dengan kasus telat membayar gaji yang dilakukan Bolton. EFL memilih untuk menunda dua pertandingan klub yang tampil di Divisi Championship itu.

Akhir pekan ini, Bolton seharusnya dijadwalkan untuk menjalani laga melawan Brentford. Namun, laga ini urung digelar lantaran pihak Bolton diketahui telat dalam membayar gaji pemainnya pada bulan Maret lalu.

Selain laga melawan Brentford, satu laga lain juga ditunda oleh EFL. Laga tersebut yakni jadwal yang mempertemukan Bolton dengan Nottingham Forest.

“Menyusul kegagalan Bolton untuk memberi konfirmasi formal atas kemampuan untuk memenuhi kewajiban [gaji], pertandingan Championship melawan Brentford pada hari Sabtu tidak akan berjalan sesuai jadwal,” tulis EFL dalam keterangan resmi, dikutip dari berita bola online.

Keputusan tersebut diambil oleh EFL hanya 16 jam sebelum kick-off laga. Tentu saja kondisi ini sangat disesalkan oleh pihak Brentford. Sebab, mereka sudah siap bermain dan telah tiba di kandang Bolton.

Masalah finansial yang dialami oleh Bolton sesungguhnya bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu kasus ini sempat mengemuka beberapa waktu lalu. Tepatnya pada bulan Februari. Namun, situasi tersebut kemudian bisa diatasi oleh petinggi klub dan bantuan dari berbagai pihak.

Tapi, situasi yang sama kembali terjadi. Kali ini para pemain Bolton masih belum menerima gaji untuk bulan Maret. Situasi cukup pelik. EFL dan pemilik Bolton yang baru, Laurence Bassini, telah melakukan beberapa pertemuan untuk mencari solusi.

Hanya saja, beberapa upaya yang sudah dilakukan tidak membuat Bolton mampu membayar gaji para pemainnya. Padahal, sesuai dengan kesepakatan EFL dan Laurence Bassini, harusnya klub membayar gaji pemain untuk bulan Maret paling lambat pada 24 April 2019 lalu.

“Meskipun sudah ada janji yang dibuat oleh manajer tim dan pemain senior di skuat, tidak ada dana yang tersedia untuk memungkinkan dipakai membayar staf atau pemain,” tulis pernyataan resmi PFA.

“Dalam 10 hari terakhir, ada banyak uapya yang dilakukan oleh Laurence Bassini walaupun sampai saat ini tidak ada dana yang masuk,” tandasnya.

BACA JUGA : Gara-gara MU Kalah, Klopp Jadi Pelit Saran ke Solskjaer

EFL juga sedang menyiapkan hukuman bagi Bolton atas kelalaian mereka dalam membayar gaji pemain. “Bolton sekarang didakwa bersalah dan akan dibahas dalam Komisi Disiplin. EFL juga menimbang apakah semua laga sisa mereka akan tetap dimainkan atau tidak,” sambung EFL.

Para pemain Bolton tentu saja tidak diam dan menerima kondisi yang mereka alami. Para pemain melapor pada Asosiasi Pemain Profesional atau PFA. Penggawa The Trotters pun sepakat untuk memboikot pertandingan.

Bukannya dilarang oleh pihak PFA atau EFL, aksi para pemain Bolton justru dapat dukungan penuh. Meskipun, di sisi lain mereka juga mengaku bersalah pada fans Bolton. Para pemain pun membuat permintaan maaf pada fans atas situasi yang terjadi.

“PFA sudah bekerja sama dengan klub dan kami sudah melakukan segala hal yang bisa untuk mengatasi masalah ini. Kami juga memberikan pinjaman kepada Bolton untuk membayar gaji pemain pada bulan Desember,” tulis PFA dalam sikap resminya.

Bolton sendiri tampil buruk pada musim 2018/19. Mantan klub Premier League itu berada di papan bawah klasemen. Masih dua laga yang harus dimainkan di Divici Champions, tapi Bolton sudah tidak bisa selamat dari degradasi. Mereka akan turun kasta pada musim depan.