Gagal Lolos Liga Champions, MU Diprediksi Bakal Tekor Besar di Bursa Transfer

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2019/04/images.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Sebuah analisis diberikan Gary Neville terkait situasi Manchester United saat ini. Neville percaya jika United gagal lolos ke Liga Champions, maka mereka harus siap-siap keluar uang banyak di musim panas nanti.

Peluang Manchester United untuk lolos ke Liga Champions kian menipis. Mereka kembali tertahan di peringkat 6 klasemen sementara EPL, setelah hanya mampu bermain imbang melawan Chelsea dengan skor 1-1 di akhir pekan kemarin.

United sendiri dirumorkan akan melakukan belanja besar di musim panas nanti. Tim asal kota Manchester itu disebut ingin merombak tim mereka agar mereka kembali disegani musim depan.

Namun mantan bek United itu percaya bahwa United bakal kesulitan untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik ke Old Trafford. “Saya rasa ketika seorang pemain memilih calon klub barunya, mereka tentu ingin memperkuat tim yang kompetitif karena mereka ingin memenangkan trofi dan juga bermain di Liga Champions,” buka Neville kepada berita bola online.

BACA JUGA : Catatan Laga Burnley vs Manchester City, The Citizens Tak Terkalahkan Sejak Januari

Neville percaya bahwa untuk mendatangkan pemain berkualitas ke Old Trafford, United harus siap membayar uang yang cukup besar sebagai kompensasi mereka gagal lolos ke Liga Champions.

“Bagi Ole Gunnar Solskjaer, situasi timnya berada dalam tanda tanya besar untuk bisa memenangkan Premier league. Jadi jika seorang pemain memilih dua klub dengan gaji yang mirip, maka dia akan memilih klub lainnya.”

“United adalah klub yang kaya dan mereka punya banyak pemasukan, sehingga saya rasa situasi ini akan membuat mereka mengeluarkan uang lebih banyak. Mereka akan mendapatkan pemain yang bagus jika mereka bisa membayar lebih untuk pemain-pemain yang mereka inginkan.”

Neville sendiri mengaku cukup prihatin dengan kondisi Manchester United saat ini.

Ia menilai Setan Merah dahulu mampu menarik perhatian pemain-pemain top tanpa memperhatikan faktor gaji, namun sekarang situasinya berbanding terbalik.

“Selama 20 tahun terakhir, klub ini berada dalam situasi yang sempurna di mana klub ini cukup kuat untuk kehilangan pemain tanpa takut mengganggu kestabilan tim mereka. Namun sekarang mereka sudah tidak berada dalam posisi itu.” keluh sang legenda.