Sterling Kirim Pesan Menyentuh ke Fans Cilik Korban Rasisme

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2019/01/sterling-l_46b5639.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Perlakuan rasis dialami oleh salah seorang penggemar cilik Manchester City beberapa hari yang lalu. Raheem Sterling lalu memberinya pesan menyentuh untuk memberi dukungan moril kepada sang korban.

Seperti yang diketahui, Sterling sempat mendapat perlakuan rasis dari oknum penggemar Chelsea beberapa bulan lalu. Insiden tersebut sempat mengundang perhatian dari penikmat sepak bola di seluruh dunia.

Sejak saat itu, seruan menentang aksi rasisme semakin lantang terdengar. Namun rupanya tidak cukup untuk menghindarkan salah seorang penggemar cilik Manchester City dari pelakuan yang sama.

Kabar mengenai sang fans cilik terdengar saat The Citizens membantai Burton Albion di ajang Carabao Cup hari Kamis (10/1) tadi. Pesan itu tersebar melalui media sosial bertuliskan cerita soal bagaimana korban mendapatkan perlakuan tak menyenangkan.

BACA JUGA : Di Era Solskjaer, Aura Positif Selalu Menyelimuti MU

Sterling lalu membalasnya dengan sebuah surat berisikan pesan yang menyentuh. Ia memberikan dukungan moril agar kepercayaan diri sang korban bisa tumbuh pasca mengalami tindakan rasisme dari sekelilingnya.

“Ingatlah untuk terus berdiri dan bangga akan diri anda, dan jangan biarkan mereka mengambil keberanian anda,” tulis Sterling seperti yang dikutip dari The Independent.

“Telapla menjadi diri anda sendiri. Ingat, bersuara tidak selalu membuat hidup terasa lebih mudah, tapi kemudahan tidak akan mengubah apapun,” tandasnya.

Isu rasisme sedang hangat dalam beberapa bulan terakhir ini. Pada Desember lalu, Kalidou Koulibaly juga mendapat perlakuan serupa saat membela klubnya, Napoli, dalam laga lanjutan Serie A kontra Inter Milan.

Perlakuan rasis yang diberikan penggemar Inter Milan kepadanya memancing emosinya di lapangan. Setelah melanggar salah satu pemain Nerazzurri, Matteo Politano, ia menunjukkan gestur yang tak menyenangkan kepada wasit.

Alhasil, wasit yang sebenarnya telah memberinya kartu kuning langsung mengubah keputusannya. Sang pemimpin pertandingan itu mencabut kartu merahnya dan mengusir bek berumur 27 tahun tersebut keluar lapangan.