Sterling Pernah Hampir Gabung Arsenal

http://nedverpraag.com/wp-content/uploads/2018/06/Raheem-Sterling-978836.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Winger Manchester City Raheem Sterling mengungkapkan dirinya dahulu pernah nyaris gabung Arsenal akan tetapi ia batal melakukannya karena dilarang oleh ibunya.

Nama Sterling sebenarnya mulai bersinar saat ia memperkuat Liverpool. Di era Brendan Rodgers, kemampuannya sebagai seorang pemain sayap terasah dengan baik.

Ia akhirnya jadi andalan timnas Inggris. Setelah gabung dengan City, performa pemain 23 tahun itu kian apik berkat asuhan Josep Guardiola.

Namun kisah pemain keturunan Jamaika ini bisa saja berubah. Jika ia dahulu memutuskan untuk gabung dengan Arsenal.

Sterling kecil tumbuh di London bersama ibu dan kakak perempuannya. Saat masih kecil, ia sudah sering bermain sepakbola.

Hal ini membuatnya dilirik oleh seorang pria baik hati bernama Clive Elington. Ia pria yang berusaha membina anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggal Sterling melakukan hal-hal positif.

Clive akhirnya menuntun Sterling untuk bermain di tim amatir di Sunday League. Dari sini bakatnya terendus sejumlah klub. Salah satunya Arsenal.

Ia pun merasa senang. Tanpa pikir panjang ia pun memutuskan untuk gabung The Gunners.

“Ketika saya berumur 10 atau 11 tahun, saya diamati oleh beberapa klub besar di London. Fulham menginginkan saya. Arsenal menginginkan saya. Dan ketika Arsenal menginginkan Anda, tentu saja Anda berpikir Anda harus pergi ke sana,” tulisnya untuk The Players Tribune.

“Klub terbesar di London, Anda tahu? Jadi saya berkeliling untuk memberi tahu teman-teman saya, “Saya akan pergi ke Arsenal!”

 Akan tetapi keputusan itu tak mendapatkan dukungan dari sang ibu. Sterling diminta untuk tidak pindah ke Arsenal.

Sang ibu menjelaskan ia punya alasan mengapa melarang sang anak untuk pindah ke Arsenal. Sebab di sana ia pasti mendapat banyak saingan dan mungkin akan sulit berkembang.

“Tapi ibuku adalah prajurit yang tepat. Ia tahu cara untuk bertahan di dunia ini. Ia mungkin orang yang paling tahu cara bertahan di jalanan yang keras yang saya tahu. Ia mendudukkan saya pada suatu hari, dan ia berkata, ‘Dengar, saya mencintaimu. Tetapi saya tidak merasa kamu harus pergi ke Arsenal.'”

“Saya berkata, “Ehhhh?”
BACA JUGA : Coutinho Sanjung Kesabaran Brasil
“Ia berkata, ‘Jika kamu pergi ke sana, akan ada 50 pemain yang sama bagusnya denganmu. Kamu hanya akan menjadi angka. Kamu harus pergi ke suatu tempat di mana kamu dapat berusaha hingga berhasil.'”

Pada akhirnya Sterling tak jadi pindah ke Arsenal. Ia memilih pindah ke klub yang lebih kecil di London yakni QPR.

“Ia meyakinkan saya untuk pergi ke QPR, dan itu mungkin keputusan terbaik yang pernah saya buat. Di QPR, mereka tidak membiarkan saya tergelincir,” aku Sterling.

“Tapi itu cukup sulit untuk keluarga saya, karena ibu saya tidak akan pernah membiarkan saya pergi ke tempat latihan sendirian. Dan ia selalu harus bekerja, jadi kakak saya harus mengantar saya sampai ke Heathrow,” kenangnya.

Sterling akhirnya dipinang dari akademi QPR oleh Liverpool pada Februari 2010. Saat itu The Reds masih ditangani oleh Rafael Benitez.

Pada Maret 2012, ia menjalani debutnya di tim senior Liverpool sebagai pemain pengganti. Setelah itu secara perlahan karirnya pun mulai menanjak.