Dybala dan Analogi Kucing-Harimau

Dybala dan Analogi Kucing-Harimau

Dybala dan Analogi Kucing-Harimau

Agen Bola Online ,Turin – Paulo Dybala melakukan musim kiprah yang impresif di Juventus. Atmosfer juara yang kuat di Bianconeri telah meningkatkan dianya untuk berambisi selalu tambah baik.

Dybala dihadirkan Juve dari Palermo dimuka musim dengan banderol 32 juta euro, yang dapat meraih nilai optimal 40 juta euro. Dengan nilai setinggi itu, awalannya pemain 22 th. itu diprediksikan bakal kesusahan lantaran bebannya sangat besar.

Tetapi selanjutnya Dybala tunjukkan kalau Juve tidak salah tentukan. Selama musim ini dia cetak 19 gol serta sembilan assist dalam 34 tampilan di Serie A. Catatannya itu berperan besar dalam kesuksesan Juve merengkuh Scudetto ke lima dengan cara beruntun.

Awal yang bagus ini dapat jadi landasan pemain internasional Argentina itu untuk makin menancapkan kukunya di scuad ‘Si Nyonya Besar’. Dybala mengaku ada rasa lapar yang besar untuk jadi tambah baik, juga keyakinan diri yang tinggi seperti seekor kucing terasa dianya yaitu harimau.

” Apa yang saya saksikan saat melihat ke cermin? Saya lihat seorang, yang walau dia muda serta ada di club besar, menginginkan berkembang serta jadi pemain top. Seperti seseorang kucing yang lihat dianya sebagai harimau, saya coba yakin dengan sendiri, ” katanya pada El Pais.

Juve dimaksud Dybala begitu menolong dianya belajar bagaimana jadi seseorang pemimpin, dengan menyebutkan Gianluigi Buffon sebagai sosok terutama. Satu hal-hal lain yang begitu kentara di Juve yaitu aura kuat selalu untuk menang.

Baca Juga : MU Berpotensi Rugi Besar karena Bom Palsu

” Ada di Juventus, saya jauh dari deskripsi sosok pemimpin, saat Anda lihat semuanya pemain bagus disini. Gigi (Buffon) yaitu seseorang pemimpin. Sebagian pertemuan awal dengannya betul-betul mengguncang saya, ” sambungnya.

” Dia kirim pesan begitu besarnya dia menginginkan menang serta berkembang. Dia 38 th. serta jadi tambah baik sehari-harinya. Lebih gampang untuk menang bersamanya, lantaran dia membuat kemampuan masif didalam diri. ”

” Apa yang saya tekuni di Juve? Keinginan untuk menang sehari-hari. Terdapat beberapa pemain disini yang telah memenangi semuanya, mereka dapat bersantai namun masihlah berjuang untuk selalu menang. Dapat lihat itu sebagai bocah 22 th. itu fundamental, ” sekian dia.